Hamka B. Kady Salurkan  Aspirasi P3-TGAI Untuk Puluhan Kelompok Masyarakat Di Takalar.

pembaharuanpost.com.—–Kabar baik datang bagi para petani di Kabupaten Takalar. Setelah pada 2025 tidak memperoleh alokasi program, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang kembali menyalurkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kepada puluhan kelompok masyarakat di Kabupaten Takalar.

Program P3-TGAI yang dilaksanakan secara swakelola tersebut memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian. Melalui perbaikan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi tersier, para petani kini lebih mudah memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah mereka.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program ini juga menerapkan pola padat karya tunai sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa.

Ketua P3A Pattiro, Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Daeng Nantang, mengaku sangat merasakan manfaat dari program tersebut. Menurutnya, kelompoknya telah menyelesaikan pembangunan saluran irigasi sepanjang lebih dari 300 meter.

“Kami mengerjakan saluran sepanjang tiga ratusan meter lebih. Alhamdulillah, berkat perbaikan irigasi ini kami sangat bersyukur karena kebutuhan air petani di daerah kami kini terpenuhi,” ujar Daeng Nantang, Jumat (17/7/2026).

Ia berharap pemerintah melalui Anggota DPR RI Komisi V Hamka B Kady terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur irigasi, baik jaringan sekunder maupun tersier, demi meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Takalar.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Kale Lantang, Basri Daeng Ngerang. Ia mengatakan sebelum adanya program P3-TGAI, air irigasi sering kali tidak mampu menjangkau lahan pertanian masyarakat.

Namun kini kondisi tersebut berubah. Air telah mengalir hingga ke lahan-lahan pertanian sehingga intensitas tanam meningkat secara signifikan.

“Dulu air tidak pernah sampai, sekarang sudah sampai ke tanah-tanah para petani berkat program P3-TGAI dari pemerintah pusat. Masyarakat merasa senang karena yang dulunya hanya bisa tanam satu kali, sekarang sudah bisa dua kali,” ujarnya.

Bahkan, menurut Basri, sebagian petani di Desa Kale Lantang kini mampu melakukan tanam hingga tiga kali dalam setahun.

“Di desa kami, dengan adanya program ini, petani bisa tanam tiga kali. Alhamdulillah hasil panennya jauh lebih banyak dibanding sebelumnya,” katanya.

Ia berharap program tersebut tetap dilanjutkan karena manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap P3-TGAI bisa terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Kepala Desa Kale Lantang, Daeng Kulle, juga mengapresiasi pelaksanaan Program P3-TGAI yang dinilai sangat membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah, berkat program perbaikan irigasi ini sangat membantu kesejahteraan petani di Desa Kale Lantang,” katanya.

Menurutnya, selain memperlancar pengairan sawah, program tersebut juga memberdayakan masyarakat desa melalui sistem padat karya.

“Mudah-mudahan tahun depan masih ada lagi program seperti P3-TGAI di Takalar. Program ini sangat membantu pengairan petani sekaligus memberdayakan masyarakat desa,” harapnya.

Sebagai informasi, Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pompengan Jeneberang merupakan aspirasi Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar, Hamka B. Kady, yang terus mendorong peningkatan infrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Takalar

(Arsyadleo)