pembaharuanpost.com.—–Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye terus mendorong agar rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar ditempatkan di Kabupaten Takalar.
Upaya tersebut dibahas Daeng Manye dalam pertemuan bersama jajaran PLN dan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I).
Pertemuan berlangsung di Mercure Makassar Nexa Pettarani, Jalan AP Pettarani No. 4, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Dalam pertemuan itu, Daeng Manye didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Ikbal serta Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Takalar Irwan Rachman.
Hadir pula Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras dan General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah
Pembahasan tersebut mengarah pada rencana pembangunan PLTS di wilayah Desa Laikang dan Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar.
Daeng Manye mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan potensi wilayah Takalar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan energi baru terbarukan.
“Kita ingin Takalar tidak hanya menjadi lokasi, tetapi menjadi bagian penting dari pembangunan energi baru terbarukan. Karena itu, kita perjuangkan agar rencana pembangunan PLTS skala besar ini ditempatkan di Laikang dan Cikoang,” ujar Daeng Manye.
Menurutnya, potensi wilayah tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Takalar mendorong agar rencana pembangunan PLTS dapat direalisasikan di daerahnya.
“Potensi lahannya ada, dan kami siap mengawal dari sisi pemerintah daerah agar prosesnya bisa berjalan. Kita ingin proyek strategis seperti ini memberikan manfaat bagi Takalar sekaligus mendukung kebutuhan energi ke depan,” katanya.
Sementara itu, dari pihak PLN, pembahasan tersebut berkaitan dengan kajian terhadap potensi pembangunan PLTS di wilayah Takalar.
General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah mengatakan, rencana tersebut masih perlu dikaji dari berbagai aspek sebelum masuk ke tahapan berikutnya.
“Rencana pembangunan PLTS di Takalar akan kami kaji secara menyeluruh, termasuk potensi lahannya dan kesiapan sistem kelistrikan. Pertemuan ini menjadi bagian dari pembahasan awal untuk melihat bagaimana rencana tersebut dapat dikembangkan di Laikang dan Cikoang,” kata Edyansyah.
Pembahasan meliputi potensi lahan, kesiapan jaringan kelistrikan, aspek teknis serta kebutuhan perizinan yang berkaitan dengan pembangunan pembangkit tersebut.
Pemkab Takalar berharap proses kajian dapat menghasilkan kepastian terkait peluang pembangunan PLTS di wilayah Laikang dan Cikoang.
Jika terealisasi, pembangunan PLTS tersebut akan menjadi salah satu proyek energi skala besar yang ditempatkan di wilayah Kabupaten Takalar.
Daeng Manye menegaskan, Pemkab Takalar akan terus berkoordinasi dengan PLN dan PTPN I dalam mengawal rencana tersebut.
“Kami tidak ingin hanya menunggu keputusan. Pemerintah daerah akan mengawal komunikasi dengan PLN dan PTPN I, supaya potensi Takalar benar-benar bisa masuk dalam perencanaan proyek ini,” tutupnya.