pembaharuanpost.com.—–Kesuksesan penyelenggaraan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026 Dalam menyemaratkan Hari Santri Nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh pihak yang terlibat.
Sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan, panitia pelaksana menggelar acara silaturahmi dan perpisahan yang dihadiri langsung Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rest Area Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Selasa (3/11/2026), dengan dihadiri jajaran panitia, sejumlah pejabat pemerintah daerah, serta para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Takalar.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengenang kebersamaan dan kerja keras seluruh pihak dalam menyukseskan Festival Pondok Pesantren 2026 yang berlangsung pada 22–24 Oktober lalu di Lapangan Kantor Bupati Takalar.
Festival yang digagas Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye tersebut berjalan lancar dan mendapat apresiasi serta dukungan positif dari masyarakat. Berbagai agenda kegiatan berhasil dihadirkan, mulai dari apel Hari Santri, pawai santri, pameran potensi pesantren, pagelaran seni santri, hingga seminar kepesantrenan.
Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan semangat gotong royong antara pemerintah daerah, panitia pelaksana, Kementerian Agama, para pimpinan pondok pesantren, serta seluruh pihak yang turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra, S.I.P., M.I.Kom., selaku Ketua Panitia Festival Pondok Pesantren, turut hadir dalam acara silaturahmi tersebut.
Sekda Takalar Drs Ahmad Rivai mendampingi Bupati Takalar dan turut hadir pula Camat Galesong Utara, Faisal Irfan H. Malu, Camat Sanrobone, Irham Latif, S.Sos., serta para pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar.
Kehadiran Bupati Daeng Manye menjadi bentuk perhatian dan apresiasi terhadap dedikasi seluruh panitia yang telah bekerja bersama menyukseskan kegiatan tersebut. Silaturahmi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren.
Lebih dari sekadar acara perpisahan, pertemuan di Mangadu tersebut mencerminkan bahwa semangat kebersamaan yang terbangun selama festival tetap terjaga meskipun seluruh rangkaian kegiatan telah berakhir.
Festival Pondok Pesantren Takalar 2026 diharapkan menjadi awal dari tradisi kegiatan tahunan yang semakin berkualitas. Selain menjadi wadah bagi santri untuk menampilkan bakat dan kreativitas, festival ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian pesantren serta mendorong lahirnya generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, seluruh pihak diharapkan terus menjaga kolaborasi dalam mendukung kemajuan pondok pesantren dan pembangunan Kabupaten Takalar.
(Rhm)